Berita Politik Hari Ini Secara Internasional

0
191

Saat Anda ingin mengetahui berita politik hari ini, ada sebuah referensi media online yang selalu update yakni Matamatapolitik.com yang menyediakan berita politik paling update dari berbagai sumber terpercaya. Guna memenuhi kebutuhan masyarakat akan informasi yang tengah terjadi saat ini, website media online ini memberikan berita yang berasal dari berbagai belahan dunia.

Laman Matamatapolitik.com memberikan banyak sekali berita politik hari ini dari berbagai sumber referensi journalisme Internasional yang teraktual dan terpercaya. Salah satunya adalah berita tentang Donald Trump, Presiden Amerika Serikat yang tidak menetapkan tenggat waktu pada proses perlucutan nuklir di Korea Utara.

Preiden Amerika Donald Trump mengatakan jika diskusi tentang batas waktu pelucutan nuklir di Korea Utara sedang berjalan dan semua berjalan dengan sangat baik. Ia juga mengatakan jika isu Korea Utara termasuk salah satu topik yang diperbincangkan pada pertemuannya dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Helsinki pada hari senin tanggal 16 Juli lalu.

Donald Trump menyatakan jika Presiden Rusia, Vladimir Putin akan terlibat dan mendukung tindakannya. Pernyataan yang dikeluarkan oleh presiden Amerika Serikat ini bertolak belakang dengan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo, yang menyatakan jika proses pelucutan nuklir Korea Utara harus selesai di akhir masa jabatan Donald Trump pada tahun 2020 mendatang.

Pelucutan senjata nuklir Korea Utara menjadi fokus utama dari pertemuan antara Donald Trump dan Kim Jong Un yang terjadi pada tanggal 12 Juni di Singapura. Sejumlah pihak yang menghadiri pertemuan itu menyatakan jika hasil pertemuan itu buram karena tidak menyebutkan jadwal atau waktu secara spesifik dan bagaimana cara proses perlucutan senjata nuklir itu akan dilakukan.

Mike Pompeo sudah bertAndang ke Pyongyang guna membahas secara rinci akan proses perlucutan senjata nuklir setelah pertemuan bersejarah di Singapura tersebut. Namun, setelah lebih dari sebulan pertemuan tersebut, tidak ada perkembangan yang konkret dari kesepakatanyang terjadi. Korea utara mengeluh jika Amerika Serikat telah membuat tuntutan secara unilateral.