Rangkuman Sejarah Panjang Hajar Aswad. Sempat Hilang Dan Pecah

0
52

Sebagian riwayat menyebutkan bahwa batu Hajar Aswad merupakan batu dari surga yang dibawa oleh Nabi Adam saat turun ke bumi. Sebagian besar umat Islam, apalagi khusus jamaah haji mengenal dengan baik Hajar Aswad (batu hitam) yang terletak di sudut Yamani, Ka’bah ini. Bahkan beberapa diantara mereka ada yang pernah mencium Hajar Aswad ini.

Batu yang memiliki nilai sejarah dalam perkembangan Islam, mulai dari zaman Nabi Ibrahim AS hingga masa Nabi Muhammad SAW. Yuk cari tahu lebih banyak mengenai sejarah Hajar Aswad ini dengan menyimak fakta-fakta menarik tentangnya dibawah ini :

  1. Allah SWT Memerintahkan Nabi Ibrahim AS Untuk Membangun Kabah

Pada awalnya, Allah SWT memerintahkan kepada Nabi Ibrahim AS untuk membangun ka’bah (QS Al-Baqarah [2] : ayat 125 – 128). Ka’bah merupakan tempat ibadah pertama yang dibangun di dunia (QS Ali Imran [3] : ayat 96 – 97).

Sebagaimana disebutkan dalam bukunya Qishash al-Anbiyaa’ (kisah para Nabi dan Rasul), Ibnu Katsir menerangkan bahwa, ketika pembangunan Ka’bah hampir selesai, dan masih terdapat satu ruang kosong untuk menutupi temboknya, Nabi Ibrahim AS berkata kepada anaknya, Ismail AS, untuk segera mencari batu untuk menutupi ruang kosong tersebut.

  • Malaikat Jibril Datang Pada Ismail AS Dan Memberinya Hajar Aswad Yang Paling Bagus

Ismail AS pun pergi dari satu bukit ke bukit lain untuk mencari batu yang paling baik. Saat sedang mencari batu, tiba – tiba malaikat Jibril datang menghampiri Ismail AS lalu memberinya sebuah batu hitam (Hajar Aswad) yang paling bagus. Ismail AS pun menerima batu tersebut dengan senang hati lalu segera pulang membawa batu itu untuk diberikan pada ayahnya. Nabi Ibrahim AS pun sangat gembira menerimanya lalu mencium batu itu beberapa kali.

  • Sebelumnya Hajar Aswad Berwarna Putih Bak Permata

Sebelumnya, Hajar Aswad atau batu hitam itu berwarna putih bak permata. Kemudian, Nabi Adam AS membawanya saat dirinya turun dari surga. Setelah itu, batu itu warnanya berubah menjadi hitam karena dosa-dosa manusia.

Lalu, Ismail AS datang dengan membawa sebuah batu, namun dia telah melihat batu itu di salah satu sisi ka’bah.

  • Hajar Aswad Sempat Dicuri Dan Pecah

Dalam perjalanan sejarah, Hajar Aswad (batu hitam) ini telah mengalami banyak peristiwa. Batu hitam ini sempat hilang dan pecah.

Menurut Kementerian Urusan Keislaman, Wakaf, Dakwah, dan Penyuluhan Kerajaan Arab Saudi dalam situsnya menerangkan secara detail sejarah peletakkan kembali Hajar Aswad ini. Menurut situs tersebut, Nabi Ibrahim AS adalah orang yang pertama kali meletakkan kembali Hajar Aswad, dan batu hitam itu diyakini sebagai permata yang berasal dari surga.

Sebenarnya sejarah Hajar Aswad ini masih sangat panjang, namun berikut dibawah ini akan diberikan rangkuman sejarah panjang Hajar Aswad :

  1. 1850 – 1820 SM : Nabi Ibrahim AS meletakkan Hajar Aswad di Ka’bah, ketika pembangunan Ka’bah.
  2. 400 M : Amr bin Harits bin Madhadh al-Jurhum memasukkan Hajar Aswad kedalam sumur Zamzam.
  3. 400 M : Qushay bin Kilab (kakek Nabi Muhammad SAW yang kelima) meletakkan kembali ke tempatnya di Ka’bah.
  4. 606 M : Terjadinya banjir menyebabkan kerusakan pada Ka’bah. Nabi Muhammad SAW menempatkannya kembali di tempat yang ada sekarang, setelah terjadi perdebatan antarkabilah Quraisy.
  5. 180-an H : Abdullah bin Zubair memasangkan lingkaran pita perak di sekeliling Hajar Aswad tersebut.
  6. 7 Zulhijah 317 H : Abu Tahir Al Qarmuthi mencopot batu Hajar Aswad tersebut.
  7. 10 Dzulhijjah 339 H : Batu Hajar Aswad berhasil dikembalikan ke tempat asalnya.
  8. 363 H : Seorang laki-laki dari Romawi memukul Hajar Aswad, namun dia tidak berhasil membawanya.
  9. 413 H : Hajar Aswad dipecahkan oleh seorang laki – laki dari Bani Fatimiyyah.
  10. 990 H : Hajar Aswad dipukul oleh seorang laki – laki asing.
  11. 1268 H : Sultan Abdul Majid mengganti lingkaran perak yang mengelilingi Hajar Aswad dengan emas.
  12. 1293 H : Sultan Abdul Majid mengganti lingkaran emas yang mengelilingi Hajar Aswad dengan perak.
  13. Muharram 1351 H : Seorang laki – laki dari Afghanistan mencungkil pecahan batu Hajar Aswad, lalu mencuri potongan kain Kiswah Ka’bah.
  14. 28 Rabiul Akhir 1351 H : Hajar Aswad yang telah pecah direkatkan kembali oleh Raja Abdul Aziz bin Abdur Rahman Al-Faisal As-Saud, lalu dia memberikan lingkaran perak di sekeliling Hajar Aswad tersebut.